Wednesday, February 6, 2019

Makalah Tentang Sistem Rangka Lengkap

SISTEM RANGKA

1.      Tulang
Tulang atau kerangka adalah penopang tubuh (Vertebrata). Tanpa tulang, pasti tubuh kita tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk sejak bayi dalam kandungan, puncak pertumbuhan tulang manusia terjadi pada usia 30 tahun dan setelah 30 tahun tulang akan semakin ringan dan rapuh. Selain itu, tulang merupakan jaringan ikat yang terdiri dari sel, serat, dan matriks ekstraselular. Matriks tulang adalah bagian terkeras yang terletak dilapisan luar tulang, yang diakibatkan oleh pengendapan mineral dalam matriks, sehingga tulang pun mengalami kalsifikasi. Didalam tubuh manusia juga terdapat yang namanya tulang rawan (cartilago), yaitu jaringan ikat yang mempunyai kemampuan meregang, membentuk penyokong yang kuat bagi jaringan lunak, memberikan kelenturan, dan sangat tahan terhadap tekanan.
Berdasarkan bentuknya, tulang terbagi menjadi 4 macam, yaitu :
·         Tulang Pipa, disebut juga tulang panjang yang berbentu seperti pipa dengan bagian tengah berlubang. Setiap tulang pipa terdidi atas bagian batang dan dua bagian ujung. Tulang pipa bekerja sebagai alat ungkit dari tubuh. Dibagian pusat tulang pipa terdapat rongga bersar yang berisi sumsum kuning dan banyak mengandung lemak. Contoh tulang pipa misalnya tulang betis, tulang paha dan tulang lengan atas.
·         Tulang Pipih, tulang pipih terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dengan lapisan tulang seperti spons yang didalamnya berisi sumsum merah sebagai tempat pembentukan sel-sel darah. Tulang pipih menyediakan permukaan luas untuk tempat melekatnya otot-otot, misalnya tulang belikat. Contoh tulang pipih adalah tulang rusuk, tulang dada, dan tulang tengkorak.
·         Tulang Pendek, merupakan tulang-tulang yang lebih kecil dan tidak ada perbedaan yang nyata antara ukuran pan jang dan lebarnya. Bentuk tulang pendek seperti kubus, paku, atau berbentuk bulat. Tulang pendek dapat bergerak bebas, misalnya tulang penyusun telapak tangan dan kaki.
Gambar Tulang Pendek

·         Tulang tidak beraturan, merupakan tulang dengan bentuk kompleks yang berhubungan dengan fungsi khusus. Tulang tidak beraturan ditemukan pada tulang rahang, tulang-tulang kepala dan ruas-ruas tulang belakang.

Berdasarkan jenisnya, tulang dibagi 2 (dua), yaitu :
·         Tulang Keras
Tulang keras berasal dari tulang rawan. Proses pengerasan tulang disebut osifikasi. Tulang keras tersusun atas sel-sel hidup disebut osteosit. Bagian luar dari tulang ini sangat kaku dan keras, tetapi bagian dalamnya berongga dan lembut. Hal inilah yang membuat tulang sangat kuat, tetapi juga sangat ringan.
·         Tuang Rawan
Tulang rawan besifat lentur (elastis). Pada orang dewasa tulang rawan terdapat pada telinga, ujung hidung dan ruas antartulang belakang. Tulang rawan disusun oleh sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit. Kondosit yang matang dibentuk dari sel-sel tulang rawan muda yang disebut kondroblas. Tulang rawan diselubungi oleh selaput perikondrium. Tulang rawan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
®    Tulang Rawan Hilian, terdiri atas serabut-serabut kolagen yang terbenam dalam bahan dasar yang bening seperti kaca. Tulang rawan ini mempunyai sifat yang kuat dan elastis.
®    Tulang Rawan Elastis, berwarna kuning karena mengandung sejumlah besar serabut elastis berwarna kuning, terdapat pada cuping telinga, saluran eustachius, dan daun telinga.
®    Tulang Rawan Fibrosa, tulang ini dibentuk oleh berkas-berkas serabut. Tulang rawan ini berwarna buram keputihan dan bersifat keras.

a.       Struktur Tulang
Tulang terdiri dari ujung tulang, batang tulang, kulit tulang, tulang yang keras, tulang spons, dan rongga sumsum. Sumsum tulang menghasilkan sel-sel darah baru yang dibutuhkan oleh tubuh.
2.      Rangka
Rangka adalah tulang-tulang yang saling berhubungan dan tersusun secara teratur di dalam tubuh. Atar tulang dihubungkan dengan sendi sehingga tulang terikat kuat pada tempatnya, sedangkan bagian yang sapat menggerakkan rangka tubuh disebut otot. Rangka tubuh manusia tersusun dari 206 tulang dengan berbagai bentuk dan ukuran.
a.       Fungsi Rangka
Rangka pada manusia memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :
·         Formasi bentuk tubuh. Tulang-tulang yang menyususn rangka tubuh menentukan bentuk dan ukuran tubuh.
·         Formasi sendi-sendi. Tulang-tulang yang berdekatan membentuk persendian yang bergerak, tidak bergerak, atau sedikit bergerak, tergantung pada kebutuhan fungsional tubuh.
·         Pelekatan otot-otot. Tulang-tulang menyediakan permukaannya sebagai tempat untuk melekatnya otot-otot. Otot-otot dapat berfungsi dengan baik bila melekat dengan kuat pada tulang.
·         Bekerja sebagai pengungkit. Tulang digunakan sebagai pengungkit untuk bermacam-macam aktivitas selama pergerakan.
·         Proteksi. Tulang-tulang membentuk rongga yang melindungi organ-organ halus seperti otak, sumsum tulang belakang, jantung, paru-paru, dan sebagian besar organ-organ bagian dalam tubuh.
b.      Rangka Manusia
Rangka manusia terbagi menjadi tiga bagian, yaitu rangka kepala, rangka badan dan rangka anggota gerak.
·         Rangka Kepala
Tulang kepala manusia berbentuk pipih, saling menyatu dan saling mengait sehingga membentuk tempurung kepala yang kokoh. Bagian tubuh yang terpenting adalah otak, karena otaklah yang mengendalikan pekerjaan semua bagian tubuh. Bentuk otak sangat lunak sehingga perlu dilindungi, oleh sebab itu rangka kepala berfungsi untuk melindungi otak. Rangka kepala terbagi menjadi dua bagia, yaitu :
Rangka kepala bagian muka yang tesusun atas tulang dahi, tulang hidung, tulang pipi, tulang rahang atas dan yulang rahang bawah.
Rangka kepala bagian belakang tersusun atas tulang ubun-ubun, tulang baji, tulang tapis, tulang pelipis, dan tulang kepala belakang.


·         Rangka Badan
Badan kita tersusun dari bermacam-macam jenis tulang. Tulang-tulang yang membentuk rangka badan yaitu tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang gelang bahu dan tulang gelang panggul.
-          Tulang belakang
Tulang belakang disebut juga tulang punggung. Rangkaian tulang punggung adalah sebuah struktur lentur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut ruas tulang punggung. Tulang punggung memiliki struktur yang kuat sehingga dapat menopang berdiri tegaknya tubuh dan menyyangga tengkorak.
Panjang rangkaian tulang punggung pada orang dewasa dapat mencapai 57-67 cm. Keseluruhan ruas-ruas tulang punggung berjumlah 32-33 buah, ruas-ruas tulang punggung dikelompokkan dan dinamai sesuai dengan daerah tempatnya berada, misalnya 7 ruang tlang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruang tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang dan 4 ruas tulang ekor.
-          Tulang dada
Tulang dada adalah sebuah tulang pipih yang terdapat tepat ditengah-tengah dada. Tulang dada terbagi tiga bagaian, yaitu bagian hulu (manubrium), bagian badan (korpus) dan bagian taju pedang (xiphoid prosesu). Kepala tulang dada merupakan tempat melekatnya tulang selangka dan tulang rusuk pertama. Badan tulang dada merupakan tempat melekatnya 9 tulang rusuk berikutnya.
-          Tulang rusuk
Tulang rusuk terdiri dari 12 pasang. Tulang rusuk dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu tulang rusuk sejati yang berjumlah 7 pasang, tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang dan tulang rusuk melayang berjumlah 2 pasang.
-          Tulang gelang bahu
Tulang gelang bahu merupakan penghubung antara badan dengan anggota gerak atas. Tulang gelang bahu kanan dan kiri masing-masing terdiri dari tulang belikat yang berada di punggung dan tulang selangka tang berada dibawah leher.
-          Tulang gelang panggul
Tulang gelang panggula merupakan penghubung antara badan dengan anggota gerak bawah. Tulang gelang punggul kanan dan kiri masing-masing terdiri atas tiga jenis tulang, yaitu 1 tulang usus, 1 tulang kemaluan dan 1 tulang duduk.  
·         Rangka Anggota Gerak
Anggota gerak manusia terdiri dari anggota gerak atas dan anggota gerak bawah. Anggota gerak atas adalah tangan auat lengan, anggota gerak bawah kaki atau tungkai.
-          Anggota gerak atas
Terdapat 27 tulang pada setiap tangan. Tulang-tulang tersebut bekerja dengan otot yang sangat kecil agar jari-jari dapat menghasilkan gerakan yan tepat. Misalnya dapat memegang benda tang berukuran kecil seperti jarum. Anggota gerak atas kanan dan kiri masing-masing disusun oleh 1 tulang lengan atas, 1 tulang hasta, a tulang pengumpil, 8 tulang pergelangan tangan, 5 tulang telapak tangan dan 14 tulang ruas jari-jari tangan yang masing-masing memiliki 3 ruas kecuali ibu jari yang memiliki 2 ruas.
-          Anggota gerak bawah
Anggota gerak bawah kanan dan kiri masing-masing disusun  oleh 1 tulang paha, 1 tulang tempurung lutut, 1 tulang kering, 1 tulang betis, 7 tulang pergelangan kaki, 5 tulang telapak kaki, dan 14 tulang ruas jari kaki yang msing-masing memiliki 3 ruas kecuali ibu jari yang memiliki 2 ruas.

3.      Sendi
Sendi adalah penghubung antara tulang satu dengan tulang yan lainnya di dalam tubuh. Tanpa sendi, tulang-tulang tidak akan bisa bergerak. Tulang-tulang pada persendian diikat kuat oleh jaringan yang kuat dan elastis. Menurut kemungkinan geraknya, persendian dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu :
a.       Sendi mati (Sinartrosis)
Sendi mati merupakan hubungan antartulang yang tidak memungkinkan terjadinya gerakan, misalnya hubungan antartulang tengkorak. Tulang-tulang penyusun tengkorak tidak dapat digerakkan karena sambungan ini mengalami penulangan (osifikasi). Hubungan antar tulang tengkorak disebut sutura.
b.      Sendi kaku (Amfiartrosis)
Sendi kaku merupakan hubungan antartulang yang hanya menimbulkan gerakan yang sangat terbatas. Contohnya, hubungan antara tulang rusuk dan tulang dada.
c.       Sendi gerak (Diartrosis)
Sendi gerak merupakan hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya bermacam-macam gerakan. Ada sekitar 100 sendi di dalam tubuh manusia yang dapat bergerak. Sendi gerak dapat dibedakan menjadi sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi geser, dan sendi pelana.
Tabel jenis-jenis persendian
Gambar
Jenis Sendi
Contoh
Sendi Peluru merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah.
Sendi pada pangkal paha dengan tulang pinggul dan sendi pada pangkal lengan atas dengan tulang belikat.
Sendi engsel merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerak ke satu arah.
Sendi lutut, sendi pada ruas jari tangan dan sendi pada ruas jari kaki.
Sendi pelana merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan ke samping kanan dan ke samping kiri atau gerakan ke atas dan ke bawah.
Sendi antara telapak tangan dan pangkal ibu jari.
Sendi geser merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan pada satu bidang saja atau atau gerakan bergeser.
Terdapat pada ruas-ruas tulang belakang.
Sendi putar merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan berputar, satu tulang mengitari tulang yang lain.
Sendi pada tulang atlas (tulang leher pertama) dengan tulang tengkorak.

4.      Otot
Pergerakan tubuh ditentukan oleh sistem rangka dan otot. Otot terdiri dari sel-sel yang terspesialisasi untuk kontraksi, yaitu mengandung protein kontraktil yang dapat berubah dalam ukuran panjang dan memungkinkan sel-sel untuk memendek. Sel-sel tersebut sering juga disebut serabut-serabut otot.
a.       Sifat Gerak Otot
Untuk menghasilkan suatu gerak, otot bekerja berpasangan dengan otot lain. Saat suatu otot berkontraksi, otot yang bersangkutan akan menggerakkan tulang yang dilekatinya ke suatu arah. Sebaliknya, otot yang lain yang merupakan pasangannya akan menggerakkan tulang ke arah berlawanan. Gerakan kedua otot tersebut merupakan gerak antagonis. Misalnya, otot bisep dan otot trisep. Bisep memiliki ujung otot yang bercabang dua, sedangkan trisep memiliki ujung otot yang bercabang tiga. Ujung bisep yang bercabang dua masing-masing berhubungan dengan tulang belikat dan tulang lengan atas. Ujung otot bisep yang berlawanan berhubungan dengan tulang pengumpil. Sementara itu, trisep berhubungan dengan tulang belikat dan tulang hasta. Selain pasangan otot antagonis, ada juga beberapa jenis otot yang berbeda, namun kerjanya saling menunjang. Otot ini disebut otot sinergis. Misalnya, otot-otot di antara tulang rusuk yang bekerjasama saat terjadi pengambilan dan penghembusan nafas.

b.      Jenis Otot
Secara unum otot manusia dibedakan menjadi tiga jenis yaitu otot rangka, otot polos, dan otot jantung.
·         Otot Rangka (otot lurik)
Otot rangka merupakan otot yang melekat dan menggerakkan tulang rangka. Otot rangka mampu menggerakkan tulang karena otot dapat memanjang (relaksasi) dan memendek (kontraksi). Hasil pergerakan otot menyebabkan tulang-tulang yang menjadi tempat perlekatan otot dapat digerakkan. Gerak apapun yang dapat dilakukan oleh tubuh dikarenakan kedua ujung otot melekat pada tulang-tulang sejati maupun tulang rawan. Otot rangka jika dilihat menggunkana mikroskop terlihat berupa sel-sel otot berbentuk serabut-serabut halus panjang (miofibril).
·         Otot Polos
Otot Polos terdiri dari sel-sel otot yang berbentuk gelendong dengan satu inti sel yang terletak di tengah. Pengamatan dengan menggunakan mikroskop menunjukkan bahwa otot polos tidak memiliki garis-garis melintang sepeti otot rangka. Otot polos melekat pada rangka tubuh, aktivitasnya lambat namun geraknya beruntun. Otot polos mampu berkontraksi dalam waktu lama dan tidak cepat mengalami kelelahan. Gerak otot polos tidak menurut kehendak kita karena dikontrol oleh saraf tak sadar (saraf otonom) sehingga disebut otot tidak sadar. Otot polos dapat dijumpai pada dinding penyususn organ-organ tubuh bagian dalam. Misalnya pada saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran reproduksi, pembuluh darah, dan getah bening.
·         Otot Jantung
Otot jantung hanya dapat dijumpai pada dinding jantung dan vena kava yang memasuki jantung. Sayatan dinding otot jantung menunjukkan sel-sel otot jantung menyerupai otot rangka dengan satu ini sel setiap satu sel otot jantung yang membentuk anyaman dengan percabangan. Otot jantung mampu berkontraksi secara ritmis dan terus-menerus sebagai akibat dari aktifitas sel otot jantung yang berpautan. Gerak otot jantung dikendalikan oleh saraf tak sadar (otonom). Kontraksi dan relaksasi otot jantung menyebabkan bilik jantung menyempit dan melebar secara berirama yang menimbulkan denyut jantung. Dengan adanya kontraksi dan relaksasi, darah kita dapat dipompa kedalam pembuluh-pembuluh darah dan dialirkan keseluruh tubuh.

5.      Gangguan Pada Sistem Rangka
Gangguan pada sistem rangka dapat terjadi karena adanya gangguan secara fisik, gangguan secara fisiologis, gangguan persendian dan gangguan kedudukan tulang belakang.
a.       Gangguan fisik
Gangguan yang paling umum terjadi pada tulang adalah kerusakan fisik tulang seperti patah atau retak tulang. Apabila terjadi patah tulang akan terbentuk zona fraktura yang runcing dan tajam. Pada zona tersebut timbul rasa sakit karena pergeseran tulang yang akan mengakibatkan pembengkakan bahkan pendarahan. Berdasarkan jenis fraktura yang terbentuk, fraktura dapat dibedakan menjadi empat kelompok, sebagai berikut :
·         Fraktura sederhana, merupakan fraktura yang tidak melukai otot yang ada disekitarnya.
·         Fraktura kompleks, merupakan fraktura yang melukai otot atau organ yang ada disekitarnya, bahkan terkadang bagian fraktura dapat muncul ke permukaan kulit.
·         Greenstick, merupakan fraktura sebagian yang tidak memisahkan tulang menjadi dua bagian.
·         Comminuted, merupaka fraktura yang mengakibatkan tulang terbagi menjadi beberapa bagian, tetapi masih berada di dalam otot.
b.      Gangguan Fisiologis
Gangguan fiskologis pada tulang dapat disebabkan oleh kelainan fungsi hormon atau vitamin.
·         Rakhitis, merukan penyakit tulang yang disebabkan kekurangan vitamin D.
·         Mikrosefalus, merupakan gangguan pada pertumbuhan tengkorak sehingga kepala berukuran kecil.
·         Osteoporosis, merupakan gangguan tulang dengan gejala penurunan massa tulang sehingga rapuh.
c.       Gangguan Persendian
Gangguan persendian dapat terjadi karena sendi tidak berfungsi dengan normal. Jenis gangguan pada persendian sebagai berikut :
·         Dislokasi, merupakan gangguan yang terjadi karena pergeseran tulang penyusun sendi dari posisi awal.
·         Terkilir, tertariknya ligamen sendi karena gerakan tiba-tiba atau gerakan yang tidak biasa dilakukan.
·         Ankilosis, merupakan gangguan yang terjadi karena tidak berfungsinya persendian.
·         Artritis, merupakan gangguan yang disebabkan adanya peradangan sendi.
d.      Gangguan Tulang Belakang
Gangguan pada tulang belakang terjadi karena adanya perubahan posisi tulang belakang, sehingga menyebabkan perubahan kelengkungan batang tulang belakang. Gangguan pada tulang belakang yang disebabkan oleh kelainan tulang belakang dikelompokkan menjadi empat, yaitu :
·         Skologis, melengkungnya tulang belakang ke arah samping, mengakibatkan tubuh melengkung ke arah kanan atau kiri.
·         Kifosis, perubahan kelengkungan pada tulang belakang secara keseluruhan sehingga orang menjadi bengkok.
·         Lordosis, melengkungnya tulang belakang di daerah pinggang ke arah depan sehingga kepala tertarik ke arah belakang.
·         Subluksasi, gangguan tulang belakang pada segmen leher sehingga posisi kepala tertarik ke kiri atau kanan.





DAFTAR PUSTAKA

Aryulina, Diah. Dkk. 2004. Biologi 2 SMA dan MA Untuk Kelas IX. Jakarta : Penerbit Erlangga

Furqonita, Deswaty. Biomed, M. 2007. Seri IPA Biologi 2 SMP Kelas VIII. Jakarta : Penerbit Yudhistira

Abdurohman, Dede. 2013. Komik Sains Sistem Rangka. Jakarta Timur : Nectar

No comments:

Proposal Pembangunan Laboratorium SMP yang Benar

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Guna mendukung tercapainya Standar Pendidikan Nasional serta terwujudnya Program Wajar ...