SISTEM RANGKA
1.
Tulang
Tulang
atau kerangka adalah penopang tubuh (Vertebrata).
Tanpa tulang, pasti tubuh kita tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk
sejak bayi dalam kandungan, puncak pertumbuhan tulang manusia terjadi pada usia
30 tahun dan setelah 30 tahun tulang akan semakin ringan dan rapuh. Selain itu,
tulang merupakan jaringan ikat yang
terdiri dari sel, serat, dan matriks ekstraselular. Matriks tulang adalah
bagian terkeras yang terletak dilapisan luar tulang, yang diakibatkan oleh pengendapan
mineral dalam matriks, sehingga tulang pun mengalami kalsifikasi. Didalam tubuh
manusia juga terdapat yang namanya tulang rawan (cartilago), yaitu
jaringan ikat yang mempunyai kemampuan meregang, membentuk penyokong yang kuat
bagi jaringan lunak, memberikan kelenturan, dan sangat tahan terhadap tekanan.
Berdasarkan
bentuknya, tulang terbagi menjadi 4 macam, yaitu :
·
Tulang
Pipa, disebut juga tulang panjang yang berbentu seperti pipa dengan bagian
tengah berlubang. Setiap tulang pipa terdidi atas bagian batang dan dua bagian
ujung. Tulang pipa bekerja sebagai alat ungkit dari tubuh. Dibagian pusat
tulang pipa terdapat rongga bersar yang berisi sumsum kuning dan banyak
mengandung lemak. Contoh tulang pipa misalnya tulang betis, tulang paha dan tulang
lengan atas.
·
Tulang
Pipih, tulang pipih terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dengan
lapisan tulang seperti spons yang didalamnya berisi sumsum merah sebagai tempat
pembentukan sel-sel darah. Tulang pipih menyediakan permukaan luas untuk tempat
melekatnya otot-otot, misalnya tulang belikat. Contoh tulang pipih adalah tulang
rusuk, tulang dada, dan tulang tengkorak.
·
Tulang Pendek,
merupakan tulang-tulang yang lebih kecil dan tidak ada perbedaan yang nyata
antara ukuran pan jang dan lebarnya. Bentuk tulang pendek seperti kubus, paku,
atau berbentuk bulat. Tulang pendek dapat bergerak bebas, misalnya tulang
penyusun telapak tangan dan kaki.
Gambar Tulang Pendek
·
Tulang
tidak beraturan, merupakan tulang dengan bentuk kompleks yang berhubungan
dengan fungsi khusus. Tulang tidak beraturan ditemukan pada tulang rahang,
tulang-tulang kepala dan ruas-ruas tulang belakang.
Berdasarkan
jenisnya, tulang dibagi 2 (dua), yaitu :
·
Tulang Keras
Tulang
keras berasal dari tulang rawan. Proses pengerasan tulang disebut osifikasi.
Tulang keras tersusun atas sel-sel hidup disebut osteosit. Bagian luar dari
tulang ini sangat kaku dan keras, tetapi bagian dalamnya berongga dan lembut.
Hal inilah yang membuat tulang sangat kuat, tetapi juga sangat ringan.
·
Tuang Rawan
Tulang
rawan besifat lentur (elastis). Pada orang dewasa tulang rawan terdapat pada
telinga, ujung hidung dan ruas antartulang belakang. Tulang rawan disusun oleh
sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit. Kondosit yang matang dibentuk dari
sel-sel tulang rawan muda yang disebut kondroblas. Tulang rawan diselubungi
oleh selaput perikondrium. Tulang rawan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
® Tulang
Rawan Hilian, terdiri atas serabut-serabut kolagen yang terbenam dalam bahan
dasar yang bening seperti kaca. Tulang rawan ini mempunyai sifat yang kuat dan
elastis.
® Tulang
Rawan Elastis, berwarna kuning karena mengandung sejumlah besar serabut elastis
berwarna kuning, terdapat pada cuping telinga, saluran eustachius, dan daun
telinga.
® Tulang
Rawan Fibrosa, tulang ini dibentuk oleh berkas-berkas serabut. Tulang rawan ini
berwarna buram keputihan dan bersifat keras.
a.
Struktur Tulang
Tulang
terdiri dari ujung tulang, batang tulang, kulit tulang, tulang yang keras,
tulang spons, dan rongga sumsum. Sumsum tulang menghasilkan sel-sel darah baru
yang dibutuhkan oleh tubuh.
2.
Rangka
Rangka adalah
tulang-tulang yang saling berhubungan dan tersusun secara teratur di dalam
tubuh. Atar tulang dihubungkan dengan sendi sehingga tulang terikat kuat pada
tempatnya, sedangkan bagian yang sapat menggerakkan rangka tubuh disebut otot.
Rangka tubuh manusia tersusun dari 206 tulang dengan berbagai bentuk dan
ukuran.
a.
Fungsi Rangka
Rangka
pada manusia memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :
·
Formasi
bentuk tubuh. Tulang-tulang yang menyususn rangka
tubuh menentukan bentuk dan ukuran tubuh.
·
Formasi
sendi-sendi. Tulang-tulang yang berdekatan
membentuk persendian yang bergerak, tidak bergerak, atau sedikit bergerak, tergantung
pada kebutuhan fungsional tubuh.
·
Pelekatan
otot-otot. Tulang-tulang menyediakan permukaannya sebagai
tempat untuk melekatnya otot-otot. Otot-otot dapat berfungsi dengan baik bila
melekat dengan kuat pada tulang.
·
Bekerja
sebagai pengungkit. Tulang digunakan sebagai pengungkit
untuk bermacam-macam aktivitas selama pergerakan.
·
Proteksi.
Tulang-tulang membentuk rongga yang melindungi organ-organ halus seperti otak,
sumsum tulang belakang, jantung, paru-paru, dan sebagian besar organ-organ
bagian dalam tubuh.
b.
Rangka
Manusia
Rangka
manusia terbagi menjadi tiga bagian, yaitu rangka kepala, rangka badan dan
rangka anggota gerak.
·
Rangka Kepala
Tulang kepala manusia berbentuk
pipih, saling menyatu dan saling mengait sehingga membentuk tempurung kepala
yang kokoh. Bagian tubuh yang terpenting adalah otak, karena otaklah yang
mengendalikan pekerjaan semua bagian tubuh. Bentuk otak sangat lunak sehingga
perlu dilindungi, oleh sebab itu rangka kepala berfungsi untuk melindungi otak.
Rangka kepala terbagi menjadi dua bagia, yaitu :
Rangka
kepala bagian muka yang tesusun atas tulang dahi, tulang
hidung, tulang pipi, tulang rahang atas dan yulang rahang bawah.
Rangka
kepala bagian belakang tersusun atas tulang ubun-ubun,
tulang baji, tulang tapis, tulang pelipis, dan tulang kepala belakang.
·
Rangka Badan
Badan kita tersusun dari
bermacam-macam jenis tulang. Tulang-tulang yang membentuk rangka badan yaitu
tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang gelang bahu dan tulang
gelang panggul.
-
Tulang
belakang
Tulang belakang disebut juga tulang
punggung. Rangkaian tulang punggung adalah sebuah struktur lentur yang dibentuk
oleh sejumlah tulang yang disebut ruas tulang punggung. Tulang punggung
memiliki struktur yang kuat sehingga dapat menopang berdiri tegaknya tubuh dan
menyyangga tengkorak.
Panjang rangkaian tulang punggung
pada orang dewasa dapat mencapai 57-67 cm. Keseluruhan ruas-ruas tulang
punggung berjumlah 32-33 buah, ruas-ruas tulang punggung dikelompokkan dan
dinamai sesuai dengan daerah tempatnya berada, misalnya 7 ruang tlang leher, 12
ruas tulang punggung, 5 ruang tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang dan 4
ruas tulang ekor.
-
Tulang dada
Tulang dada adalah sebuah tulang
pipih yang terdapat tepat ditengah-tengah dada. Tulang dada terbagi tiga
bagaian, yaitu bagian hulu (manubrium), bagian badan (korpus) dan bagian taju
pedang (xiphoid prosesu). Kepala
tulang dada merupakan tempat melekatnya tulang selangka dan tulang rusuk
pertama. Badan tulang dada merupakan tempat melekatnya 9 tulang rusuk
berikutnya.
-
Tulang rusuk
Tulang rusuk terdiri dari 12
pasang. Tulang rusuk dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu tulang rusuk
sejati yang berjumlah 7 pasang, tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang dan
tulang rusuk melayang berjumlah 2 pasang.
-
Tulang gelang
bahu
Tulang gelang bahu merupakan
penghubung antara badan dengan anggota gerak atas. Tulang gelang bahu kanan dan
kiri masing-masing terdiri dari tulang belikat yang berada di punggung dan
tulang selangka tang berada dibawah leher.
-
Tulang
gelang panggul
Tulang gelang panggula merupakan
penghubung antara badan dengan anggota gerak bawah. Tulang gelang punggul kanan
dan kiri masing-masing terdiri atas tiga jenis tulang, yaitu 1 tulang usus, 1
tulang kemaluan dan 1 tulang duduk.
·
Rangka Anggota
Gerak
Anggota gerak manusia terdiri dari
anggota gerak atas dan anggota gerak bawah. Anggota gerak atas adalah tangan
auat lengan, anggota gerak bawah kaki atau tungkai.
-
Anggota gerak
atas
Terdapat 27 tulang pada setiap
tangan. Tulang-tulang tersebut bekerja dengan otot yang sangat kecil agar
jari-jari dapat menghasilkan gerakan yan tepat. Misalnya dapat memegang benda
tang berukuran kecil seperti jarum. Anggota gerak atas kanan dan kiri
masing-masing disusun oleh 1 tulang lengan atas, 1 tulang hasta, a tulang
pengumpil, 8 tulang pergelangan tangan, 5 tulang telapak tangan dan 14 tulang
ruas jari-jari tangan yang masing-masing memiliki 3 ruas kecuali ibu jari yang memiliki
2 ruas.
-
Anggota gerak
bawah
Anggota gerak bawah kanan dan kiri
masing-masing disusun oleh 1 tulang
paha, 1 tulang tempurung lutut, 1 tulang kering, 1 tulang betis, 7 tulang
pergelangan kaki, 5 tulang telapak kaki, dan 14 tulang ruas jari kaki yang
msing-masing memiliki 3 ruas kecuali ibu jari yang memiliki 2 ruas.
3.
Sendi
Sendi adalah penghubung
antara tulang satu dengan tulang yan lainnya di dalam tubuh. Tanpa sendi,
tulang-tulang tidak akan bisa bergerak. Tulang-tulang pada persendian diikat kuat
oleh jaringan yang kuat dan elastis. Menurut kemungkinan geraknya, persendian
dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu :
a.
Sendi
mati (Sinartrosis)
Sendi
mati merupakan hubungan antartulang yang tidak memungkinkan terjadinya gerakan,
misalnya hubungan antartulang tengkorak. Tulang-tulang penyusun tengkorak tidak
dapat digerakkan karena sambungan ini mengalami penulangan (osifikasi).
Hubungan antar tulang tengkorak disebut sutura.
b.
Sendi kaku
(Amfiartrosis)
Sendi
kaku merupakan hubungan antartulang yang hanya menimbulkan gerakan yang sangat
terbatas. Contohnya, hubungan antara tulang rusuk dan tulang dada.
c.
Sendi gerak
(Diartrosis)
Sendi
gerak merupakan hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya
bermacam-macam gerakan. Ada sekitar 100 sendi di dalam tubuh manusia yang dapat
bergerak. Sendi gerak dapat dibedakan menjadi sendi peluru, sendi engsel, sendi
putar, sendi geser, dan sendi pelana.
Tabel
jenis-jenis persendian
Gambar
|
Jenis Sendi
|
Contoh
|
Sendi Peluru merupakan persendian yang
memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah.
|
Sendi pada pangkal paha dengan tulang
pinggul dan sendi pada pangkal lengan atas dengan tulang belikat.
|
|
Sendi engsel merupakan persendian yang
memungkinkan terjadinya gerak ke satu arah.
|
Sendi lutut, sendi pada ruas jari
tangan dan sendi pada ruas jari kaki.
|
|
Sendi pelana merupakan persendian yang
memungkinkan terjadinya gerakan ke samping kanan dan ke samping kiri atau
gerakan ke atas dan ke bawah.
|
Sendi antara telapak tangan dan
pangkal ibu jari.
|
|
Sendi geser merupakan persendian yang
memungkinkan terjadinya gerakan pada satu bidang saja atau atau gerakan
bergeser.
|
Terdapat pada ruas-ruas tulang
belakang.
|
|
Sendi putar merupakan persendian yang
memungkinkan terjadinya gerakan berputar, satu tulang mengitari tulang yang
lain.
|
Sendi pada tulang atlas (tulang leher
pertama) dengan tulang tengkorak.
|
4.
Otot
Pergerakan tubuh
ditentukan oleh sistem rangka dan otot. Otot terdiri dari sel-sel yang
terspesialisasi untuk kontraksi, yaitu mengandung protein kontraktil yang dapat
berubah dalam ukuran panjang dan memungkinkan sel-sel untuk memendek. Sel-sel
tersebut sering juga disebut serabut-serabut otot.
a.
Sifat Gerak Otot
Untuk
menghasilkan suatu gerak, otot bekerja berpasangan dengan otot lain. Saat suatu
otot berkontraksi, otot yang bersangkutan akan menggerakkan tulang yang
dilekatinya ke suatu arah. Sebaliknya, otot yang lain yang merupakan
pasangannya akan menggerakkan tulang ke arah berlawanan. Gerakan kedua otot
tersebut merupakan gerak antagonis. Misalnya, otot bisep dan otot trisep. Bisep
memiliki ujung otot yang bercabang dua, sedangkan trisep memiliki ujung otot
yang bercabang tiga. Ujung bisep yang bercabang dua masing-masing berhubungan
dengan tulang belikat dan tulang lengan atas. Ujung otot bisep yang berlawanan
berhubungan dengan tulang pengumpil. Sementara itu, trisep berhubungan dengan
tulang belikat dan tulang hasta. Selain pasangan otot antagonis, ada juga
beberapa jenis otot yang berbeda, namun kerjanya saling menunjang. Otot ini
disebut otot sinergis. Misalnya, otot-otot di antara tulang rusuk yang
bekerjasama saat terjadi pengambilan dan penghembusan nafas.
b.
Jenis Otot
Secara
unum otot manusia dibedakan menjadi tiga jenis yaitu otot rangka, otot polos,
dan otot jantung.
·
Otot
Rangka (otot lurik)
Otot rangka merupakan otot yang
melekat dan menggerakkan tulang rangka. Otot rangka mampu menggerakkan tulang
karena otot dapat memanjang (relaksasi) dan memendek (kontraksi). Hasil
pergerakan otot menyebabkan tulang-tulang yang menjadi tempat perlekatan otot
dapat digerakkan. Gerak apapun yang dapat dilakukan oleh tubuh dikarenakan
kedua ujung otot melekat pada tulang-tulang sejati maupun tulang rawan. Otot
rangka jika dilihat menggunkana mikroskop terlihat berupa sel-sel otot
berbentuk serabut-serabut halus panjang (miofibril).
·
Otot Polos
Otot Polos terdiri dari sel-sel
otot yang berbentuk gelendong dengan satu inti sel yang terletak di tengah.
Pengamatan dengan menggunakan mikroskop menunjukkan bahwa otot polos tidak
memiliki garis-garis melintang sepeti otot rangka. Otot polos melekat pada
rangka tubuh, aktivitasnya lambat namun geraknya beruntun. Otot polos mampu
berkontraksi dalam waktu lama dan tidak cepat mengalami kelelahan. Gerak otot
polos tidak menurut kehendak kita karena dikontrol oleh saraf tak sadar (saraf
otonom) sehingga disebut otot tidak sadar. Otot polos dapat dijumpai pada
dinding penyususn organ-organ tubuh bagian dalam. Misalnya pada saluran
pernafasan, saluran pencernaan, saluran reproduksi, pembuluh darah, dan getah
bening.
·
Otot Jantung
Otot jantung hanya dapat dijumpai
pada dinding jantung dan vena kava yang memasuki jantung. Sayatan dinding otot
jantung menunjukkan sel-sel otot jantung menyerupai otot rangka dengan satu ini
sel setiap satu sel otot jantung yang membentuk anyaman dengan percabangan.
Otot jantung mampu berkontraksi secara ritmis dan terus-menerus sebagai akibat
dari aktifitas sel otot jantung yang berpautan. Gerak otot jantung dikendalikan
oleh saraf tak sadar (otonom). Kontraksi dan relaksasi otot jantung menyebabkan
bilik jantung menyempit dan melebar secara berirama yang menimbulkan denyut
jantung. Dengan adanya kontraksi dan relaksasi, darah kita dapat dipompa
kedalam pembuluh-pembuluh darah dan dialirkan keseluruh tubuh.
5.
Gangguan
Pada Sistem Rangka
Gangguan pada sistem
rangka dapat terjadi karena adanya gangguan secara fisik, gangguan secara
fisiologis, gangguan persendian dan gangguan kedudukan tulang belakang.
a.
Gangguan fisik
Gangguan
yang paling umum terjadi pada tulang adalah kerusakan fisik tulang seperti
patah atau retak tulang. Apabila terjadi patah tulang akan terbentuk zona
fraktura yang runcing dan tajam. Pada zona tersebut timbul rasa sakit karena
pergeseran tulang yang akan mengakibatkan pembengkakan bahkan pendarahan.
Berdasarkan jenis fraktura yang terbentuk, fraktura dapat dibedakan menjadi
empat kelompok, sebagai berikut :
·
Fraktura
sederhana, merupakan fraktura yang tidak melukai otot yang ada disekitarnya.
·
Fraktura
kompleks, merupakan fraktura yang melukai otot atau organ yang ada
disekitarnya, bahkan terkadang bagian fraktura dapat muncul ke permukaan kulit.
·
Greenstick,
merupakan fraktura sebagian yang tidak memisahkan tulang menjadi dua bagian.
·
Comminuted,
merupaka fraktura yang mengakibatkan tulang terbagi menjadi beberapa bagian,
tetapi masih berada di dalam otot.
b.
Gangguan Fisiologis
Gangguan
fiskologis pada tulang dapat disebabkan oleh kelainan fungsi hormon atau
vitamin.
·
Rakhitis,
merukan penyakit tulang yang disebabkan kekurangan vitamin D.
·
Mikrosefalus,
merupakan gangguan pada pertumbuhan tengkorak sehingga kepala berukuran kecil.
·
Osteoporosis,
merupakan gangguan tulang dengan gejala penurunan massa tulang sehingga rapuh.
c.
Gangguan
Persendian
Gangguan
persendian dapat terjadi karena sendi tidak berfungsi dengan normal. Jenis
gangguan pada persendian sebagai berikut :
·
Dislokasi,
merupakan gangguan yang terjadi karena pergeseran tulang penyusun sendi dari
posisi awal.
·
Terkilir,
tertariknya ligamen sendi karena gerakan tiba-tiba atau gerakan yang tidak
biasa dilakukan.
·
Ankilosis,
merupakan gangguan yang terjadi karena tidak berfungsinya persendian.
·
Artritis,
merupakan gangguan yang disebabkan adanya peradangan sendi.
d.
Gangguan Tulang
Belakang
Gangguan
pada tulang belakang terjadi karena adanya perubahan posisi tulang belakang,
sehingga menyebabkan perubahan kelengkungan batang tulang belakang. Gangguan
pada tulang belakang yang disebabkan oleh kelainan tulang belakang
dikelompokkan menjadi empat, yaitu :
·
Skologis,
melengkungnya tulang belakang ke arah samping, mengakibatkan tubuh melengkung
ke arah kanan atau kiri.
·
Kifosis,
perubahan kelengkungan pada tulang belakang secara keseluruhan sehingga orang
menjadi bengkok.
·
Lordosis,
melengkungnya tulang belakang di daerah pinggang ke arah depan sehingga kepala
tertarik ke arah belakang.
·
Subluksasi, gangguan
tulang belakang pada segmen leher sehingga posisi kepala tertarik ke kiri atau
kanan.
DAFTAR PUSTAKA
Aryulina,
Diah. Dkk. 2004. Biologi 2 SMA dan MA
Untuk Kelas IX. Jakarta : Penerbit Erlangga
Furqonita,
Deswaty. Biomed, M. 2007. Seri IPA Biologi 2 SMP Kelas VIII. Jakarta : Penerbit
Yudhistira
Abdurohman,
Dede. 2013. Komik Sains Sistem Rangka. Jakarta Timur : Nectar
No comments:
Post a Comment